Share This Article:

Semenjak pandemi covid-19 melanda, siapa yang tak tahu pasar Wuhan di Cina? Semenjak diberitakan perihal menyebarnya virus mematikan berasal dari Wuhan Cina, ada sebuah tempat di Indonesia yang menjadi perhatian khalayak karena kemiripannya dengan pasar Wuhan, yaitu pasar Tomohon yang terletak di Sulawresi Utara, Indonesia.

Pasar Wuhan

Pasar Wuhan secara tiba-tiba menjadi perbincangan dunia di awal tahun 2020 karena kabarnya virus mematikan tersebut berasal dari sana. Pasar tersebut menjadi viral karena di sana terjadi transaksi jual beli hewan-hewan liar yang dijadikan makanan ekstrem untuk orang-orang di Cina. Pada awal pandemi melanda, berita yang tersebar mengabarkan bahwa virus ini berasal dari kelelawar yang dijual di pasar Wuhan. Binatang liar yang diperdagangkan di sana ada berbagai jenis seperti kelelawar, anjing, monyet, tikus, kucing, monyet, buaya, dan lain-lain. Namun, ternyata di Cina pasar yang memperjual belikan binatang liar untuk dikonsumsi bukan hanya di Wuhan saja. Masih ada pasar-pasar serupa lainnya tersebar di beberapa lokasi di Cina.

Pasar Tomohon

Di Indonesia, tepatnya di daerah Tomohon, Sulawesi Utara, ada pula pasar yang terkenal menjual makanan-makanan ekstrem. Pasar tersebut dikenal dengan nama pasar Tomohon dan dapat dikatakan merupakan salah satu destinasi wisata utama di kota Manado.

Hewan yang diperjual belikan di pasar Tomohon sangat beragam. Berikut ini adalah hewan ekstrem yang dijual di pasar Tomohon dan kemudian menjadi hidangan lokal minahasa.

Kelelawar

kelelawar

 

 

Mulai dari kelelawar atau sering juga disebut dengan paniki. Sebelum diolah menjadi masakan, biasanya kelelawar dibakar terlebih dahulu untuk menghilangkan bulu-bulu halusnya. Setelah dibakar, paniki akan dimasak dengan rempah-rempah khas minahasa dan juga santan. Untuk jenis hidangan ini, ternyata jenis daging kelelawar yang digunakan adalah kelelawar pemakan buah karena ukuran tubuhnya yang lebih besar.

Anjing

 

 

Selain kelawar, daging anjing pun ramai diperjual belikan di pasar Tomohon. Daging anjing ini biasa disebut RW (dibaca erwe) singkatan dari rintek wuuk atau  “bulu halus” dalam bahasa Manado, suatu sebutan yang lebih halus untuk anjing. BIasanya, daging RW dimasak dengan bumbu cabai dan kemangi khas Minahasa.

Kucing

Kucing

 

 

Tak hanya anjing, kucing pun disikat di pasar Tomohon ini. Biasanya kucing diolah dengan bumbu yang sama dengan anjing (bumbu RW).

Ular Piton

Ular Piton

 

 

Ular Piton juga merupakan sumber protein ekstrem yang dapat dijumpai di pasar Wuhan versi Indonesia ini. Biasanya, daging ini diolah menjadi sate ataupun masakan dengan kuah santan. Banyak orang menyukai kuliner ini karena katanya rasanya enak dan gurih. Selain itu, daging ini dipercaya memiliki manfaat kesehatan dan dapat mengobati berbagai macam penyakit, contohnya kanker.

Biawak

Biawak

Biawak adalah reptile sejenis buaya. Daging biawak ini dipercaya konon bisa menghilangkan penyakit gatal-gatal. Apakah kamu salah-satu orang yang percaya dengan hal ini?

Tikus

Tikus merupakan binatang yang terkenal suka hidup di tempat yang kotor, namun, jenis tikus yang dijual dan sering dijadikan hidangan di Minahasa bukanlah tikus got biasa, melainkan tikus hutan putih. Biasanya, daging tikus ini diolah menjadi tikus asap.

Monyet

Monyet

Daging mamalia lain yang dijual di pasar ini adalah daging Monyet. Daging monyet ini biasa diolah menjadi masakan “Monyet Bumbu Kuning”. Mendengarnya saja, bisa bikin kita ngilu ya. Namun faktanya, hidangan ini merupakan salah satu makanan kesukaan masyarakat lokal. Walaupun favorit, hidangan ini agak jarang tersedia di pasar atau agak langka karena banyak monyet yang termasuk dalam hewan yang dilindungi.

Nah, sebenarnya tidak semua hidangan di Minahasa se-ekstem ini. Pasar Tomohon dan hidangan hewan-hewan sejenis ini merupakan salah satu bagian dari budaya lokal di sana, namun masih banyak masakan Minahasa yang menggunakan sumber protein yang umum seperti ayam, ikan cakalang, dan cumi yang PATUT DICOBA!

 

 

Source:

https://keepo.me/travel/7-kuliner-manado-ekstrem-yang-bikin-nyali-ciut/

 

Share This Article: