Share This Article:

Pendahulu

Halo semuanya, artikel kali ini berjudul makanan khas manado halal. Setelah sekian lama penulis tidak membagikan artikel kepada kalian, kali ini penulis ingin membagikan kepada kalian informasi yang sudah penulis miliki, terutama buat pembaca setia penulis yang beragama muslim. Singkat cerita banyak masakan Manado yang menggugah selerah, mulai dari sambal khasnya, teknik memasak yang digunakan sehingga masakannya begitu enak dinikmati sampai minuman-minuman yang dimiliki oleh kota Manado.

Nah, karena mayoritas masyarakat kota Manado bergama nasrani, tentu sobat muslim pembaca setia artikel ini ingin mengetahui apakah ada restoran manado yang menjual makanan khas Manado dengan bahan-bahan yang halal?, yuk disimak.

1. Tinutuan

Ini yang pertama, masakan khas Manado yang sudah sangat tersohor. Tinutuan merupakan makanan yang dibuat dari campuran berbagai sayuran hijau, dimasak dengan bubur beras dan labu kuning. Sangat cocok disantap sebagai sarapan. Lihat Foto Kuliner khas Manado, Tinutuan atau dikenal juga dengan sebutan Bubur Manado.(Kompas.com/Ronny Adolof Buol) Di hotel-hotel bintang 3 ke atas, biasanya tinutuan menjadi salah satu menu untuk breakfast. Di Manado ada pusat kuliner tinutuan. Datangilah wakeke, ada puluhan warung makan mulai dari yang sederhana sampai mewah menawarkan menu tinutuan.

2. Cakalang Fufu

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) atau tongkol putih yang diasapi (fufu) merupakan salah satu menu khas di Manado. Ikan yang masih segar dan langsung diasapi ini kemudian diolah menjadi berbagai menu. Salah satu olahan paling enak adalah cakalang fufu saus, atau diolah menjadi cakalang fufu santan. Sajian menu ini sangat lezat disantap saat masih panas. Banyak warung makan tradisional yang menyajikan menu cakalang fufu. Jika ingin membawa pulang, bisa mendatangi pasar tradisional atau ke jembatan Sario. Di sana banyak penjual cakalang fufu yang siap di-packing untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

3. Dabu-Dabu

Orang Manado nyaris tak bisa makan tanpa ditemani rasa pedas. Cabe (rica) menjadi salah satu bumbu yang paling berfluktuasi harganya karena paling dicari. Cabe diolah menjadi dabu-dabu (sambal). Berbeda dengan sambal di daerah lain, dabu-dabu Manado sangat pedas. Beberapa macam dabu-dabu seperti dabu-dabu bakar, dabu-dabu iris, dabu-dabu lemong dan dabu-dabu lilang mudah dijumpai di rumah makan yang menyajikan ikan bakar.

4. Sambal Roa

Ini adalah salah satu sambal khas Manado lainnya. Sangat khas, karena dibuat dari cabe yang dicampur dengan ikan roa (sejenis ikan terbang) yang sebelumnya diasap hingga kering sekali. Ikan roa yang dicampur dengan cabe itu sebelumnya ditumbuk menjadi sangat halus, lalu dimasak dengan sedikit minyak. Adonan dicampur dengan cabe rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, garam serta gula, kemudian ditumis. Sambal roa sangat cocok menjadi pelengkap kala menyantap tinutuan. Jangan heran jika sambal roa harganya lumayan mahal.

5. Woku Blanga

Ini merupakan salah satu cara orang Manado mengolah ikan. Woku blanga sejatinya dimasak di dalam belanga yang terbuat dari tanah liat. Woku merupakan campuran bumbu daun jeruk, daun pandan, daun kunyit, daun serai, kemangi dan ditambah dengan bumbu-bumbu lainnya sehingga beraroma wangi dan bercitrarasa pedas dan terasa segar. Beberapa jenis ikan yang biasa diolah menjadi masakan woku blanga adalah ikan kerapu, ikan nila, ikan mas, termasuk kepiting dan udang. Anda bisa menjumpai woku blanga di restoran khas Minahasa dan warung-warung makan tradisional.

6. Nasi Kuning

Berbeda dengan nasi kuning di daerah lain, nasi kuning khas Manado mengandalkan pelengkapnya berupa irisan ikan cakalang, serta daging sapi yang diolah dalam bentuk irisan kecil-kecil. Telur rebus juga menjadi pelengkap serta ditaburi berbagai bumbu lainnya. Nasi kuning khas Manado sering disajikan atau dibungkus di daun woka (sejenis janur). Di Wakeke juga banyak disajikan menu nasi kuning selain tinutuan. Tetapi yang paling terkenal adalah nasi kuning di Kampung Kodo atau di Rumah Makan Saroja dan Rumah Makan Selamat Pagi. Jika malam hari, puluhan penjual nasi kuning bertaburan di Komo, yang membuka lapak hingga subuh.

Sekian yang penulis bisa sampaikan ke teman-teman semoga bermanfaat, untuk artikel sendiri penulis kutip dari sini, terimakasih, sehat selalu.

 

Share This Article: